Ntowa, Buah Hutan Yang Mulai Langka

Tahun ini, di awal tahun, terutama sepanjang Januari sampai Februari, seharusnya mudah untuk mendapatkan orang-orang yang menjual buah ntowa dengan harga terjangkau. Tetapi kenyataannya sungguh menyakitkan hati terutama menyakitkan kantong mendengar harganya satu buah minimal Rp 25.000. Setiap minggu pagi di bulan Januari-Februari, saat belanja di pasar kaget, saya hanya bisa melirik tajam ke arah buahntowa yang dijajakan. Kalau dipaksakan sedikit sebenarnya bisa membeli, tapi rasanya tidak pantas harga segitu cuma dapat satu. Saya tidak menyalahkan yang menjual, mereka juga pasti dapat harganya memang sudah mahal. Foto : Ntowa Mosak (Sumber) Dibandingkan tahun lalu,…

Read More

Natal dan Fatwa MUI

Hore, Natal tahun ini akhirnya jadi juga. Memangnya ada pembatalan? Ah tidak, cuma kabarnya atribut natal diharamkan tuh digunakan oleh muslim. Diharamkan oleh siapa ya, ya oleh MUI lah. Tetapi kan pemasangan atribut natal oleh orang Kristen tidak diharamkan ya? Ya tidak. Artinya di mall di toko-toko, di kantor-kantor dan di rumah-rumah orang Kristen boleh dong? Ya boleh. Walaupun karyawan mall, karyawan toko, karyawan kantor dan mungkin asisten rumah tangganya ada yang muslim? Ya tidak apa-apa, kan yang diharamkan itu digunakan, di-PAKAI. Ooooh, ya ya ya. Masih ada nih Om…

Read More

Menunggu Durian dan Merawat Tradisi

Sekarang lagi musim durian. Katanya, dan kenyataannya memang banyak durian yang dijual di pasar, di lapak-lapak dadakan, di tempat-tempat persinggahan di jalan raya. Harus beli ya? ya harus, hari gini mana ada yang gratis. Sari Roti saja yang awalnya gratis ada yang menalangi beli kok, ups maaf keceplosan. Setiap musim durian seperti ini, saya teringat dan terkenang saat-saat masih belia, masih muda dan masih ganteng tentunya menurut versi old book version. Yah kira-kira masa SMP sampai SMA, sekitar tahun 1987-1995. Masa muda selalu indah untuk dikenang, lebay ah. Dulu, dulu sekali…

Read More

Nilai Kemanusiaan Dari Sidang Pertama Ko Ahok

Persidangan pertama sudah dijalani Ko Ahok. Pasti banyak tanggapan, baik dari yang pro maupun kontra. Eksepsi yang kau bacakan pun pasti mendapat tanggapan beragam. Yang pasti bagi musuh-musuhmu, air mata dan raut wajah kesedihan yang terpancar dari wajah CINA-mu sangat memuakkan bagi mereka (sumber). Tanpa perlu membaca komentar di Medsos pun, saya pasti tahu apa saja komentar mereka. Air mata buayalah, pemain sinetronlah, dan sebagainya dan sebagainya. Aku tahu pasti, Ko Ahok sangat tidak rela disebut menghina, apalagi menistakan agama Islam. Sudah kau jelaskan mengapa dan apa sebabnya. Keluarga angkatmu, yang…

Read More

Jagalah Hati Dan Dengarlah Suara Hati

Dalam hidup ini alangkah lebih baik kita sering-sering memeriksa diri, memeriksa batin kita. Pandanglah ke dalam hati kita, apa kata hati kita sebelum kita mengucapkannya melalui kata-kata dan tindakan kita. Sekali kita mengungkapnya melalui kata-kata dan sikap kita, maka akan sulit bagi kita untuk menariknya kembali. Karena orang sudah mencatatnya dalam hati dan terarsip dengan baik di otaknya. Nilailah dan takarlah segala sesuatu dan peristiwa secara hati-hati dan teliti. Jangan tergesa-gesa menilai ucapan dan tindakan orang lain. Siapa tahu, justru ucapan yang pahit, tindakan yang kurang berkenan bagi kita justru…

Read More

Janji Mu (palsu)

Oleh sebab itu, pada hakikatnya “kontrak politik” adalah sekadar janji yang mengikat secara moral. Walaupun ada pameo bahwa janji adalah hutang, pada kenyataannya hutang ini tidak dapat dieksekusi secara legal. Jadi, rakyat seharusnya tidak gampang terperdaya oleh janji manis para calon pejabat publik, apalagi jika janji itu diucapkan di luar jangkauan akal sehat kita. (http://business-law.binus.ac.id/2014/07/05/janji-pejabat-publik/) Nah lo, makanya jangan langsung percaya kepada calon-calon pejabat publik semisal bupati, wali kota bahkan calon gubernur yang sudah tanda tangan kontrak politik. Yang ditulis saja tidak bisa digugat, apalagi yang hanya diucapkan di mulut.…

Read More

Ahok (Calon) Menteri Agama RI

Saya membaca banyak artikel di kompasiana, artikel yang mengulas rencana demo besar-besaran tanggal 4 November 2016. Namanya saja mengulas sesuatu yang belum terjadi, banyak analisa dan prediksi. Ada yang menanyakan bagaimana seandainya berakhir dengan kerusuhan? (sumber). Tujuan demonya juga bukan hanya Ahok, sudah melebar ke mana-mana. Ada yang bilang, tujuan akhirnya pada Presiden (Sumber).  Berbagai analisa, prediksi dan penafsiran berjalan seperti apa demo yang direncanakan tanggal 4 November 2016 nanti perlu juga kita simak. Kalau kita baca dan perhatikan, dan kalaupun mau berbesar hati dan tidak berkecil hati, apalagi iri hati.…

Read More

Perbedaan Yang Menyatukan

  Latar belakang pendidikan, khususnya sekolah-sekolah tempat saya menuntut ilmu mempengaruhi cara pandang saya terhadap perbedaan. Sekolah Dasar saya tempuh enam tahun, pas enam tahun di SDN Nomor 04 Seribot di kampung halaman saya. Sebuah sekolah negeri, artinya sekolah yang menerima murid atau siswa dari berbagai kalangan, agama, suku, kaya, miskin,semuanya. Sekolah Menengah Pertama atau SMP saya tempuh di sebuah sekolah swasta Katolik. SMP Yos Sudarso di Pusat Damai. Mayoritas siswanya beragama Katolik, tetapi ada juga yang beragama lain. Pendidikan dengan nilai-nilai Katolik diterapkan di sekolah ini. Selanjutnya Sekolah Menengah…

Read More

Teruslah Melakukan Pencitraan Pak Jokowi!

Saya beritahu satu RAHASIA BESAR dari diri saya. Catat, dalam Pilpres edisi 2014 yang lalu saya pilih Jokowi-JK. Sesuai slogan  pemilu yang saya tahu, yaitu LUBER, R-nya rahasia saya buka. Cukup dua tahun saya memegang rahasia ini, sungguh saya tidak sanggup lagi menjaga rahasia ini seorang diri. Ada Aq*a? Tepat pada hari Kamis, tanggal 20 Oktober 2016, sudah dua tahun Pak Jokowi menjadi Presiden Republik Indonesia, sudah dua tahun di mobil dinas bapak tercantol plat nomor kendaraan RI 1. Saya banyak baca di media online, maaf pak saya sudah lama tidak langganan…

Read More

Guru (kencing berdiri) Dan Murid (kencing berlari)

Saya memiliki banyak guru. Baik guru yang secara formal yang berdiri di depan kelas dan memberikan pelajaran kapada saya. Ataupun guru-guru di luar sekolah, yang memberikan pengetahuan dan pelajaran tentang hidup di masyarakat. Terus terang, ups apakah selama ini saya tidak berterus terang? Bukan, maksud saya, saya tergelitik, terpanggil dan merasa wajib memberikan opini pribadi dan pendapat. Bahwa ada di antara “kita” saya dan anda yang hidup di “dunia” ini yang dengan seenaknya menghakimi, menjustifikasi, menuduh, menyudutkan orang-orang. Dengan mengatakan dasar manusia tidak tahu terima kasih, gurunya saja dilawan, dikhianati, dihancurkan, dan…

Read More