Ahok (Calon) Menteri Agama RI

Saya membaca banyak artikel di kompasiana, artikel yang mengulas rencana demo besar-besaran tanggal 4 November 2016. Namanya saja mengulas sesuatu yang belum terjadi, banyak analisa dan prediksi. Ada yang menanyakan bagaimana seandainya berakhir dengan kerusuhan? (sumber).

Tujuan demonya juga bukan hanya Ahok, sudah melebar ke mana-mana. Ada yang bilang, tujuan akhirnya pada Presiden (Sumber).  Berbagai analisa, prediksi dan penafsiran berjalan seperti apa demo yang direncanakan tanggal 4 November 2016 nanti perlu juga kita simak.

Kalau kita baca dan perhatikan, dan kalaupun mau berbesar hati dan tidak berkecil hati, apalagi iri hati. Ahok sudah minta maaf sekaligus mengklarifikasi, bahwa ucapannya tidak ada niat sedikitpun tujuannya untuk menghina dan menistakan Islam dan Alquran. Bahkan sampai mendatangi Bareskrim Polri tanggal 24 Oktober 2016 yang lalu (Sumber). Atau apa kurangnya pembelaan Nusron Wahid dalam tayangan ILC di TV One, orang yang menurut saya pengertiannya tentang keyakinan dan agamanya di atas rata-rata orang.

Tetapi mau bagaimana lagi, namanya juga menyangkut agama, ruang privat yang harus disadari bahwa itu hal yang sangat sensitif untuk dibincangkan.  Sebagai mantan kolega, saya yakin Pak Jokowi sudah tahu sifat, watak dan integritas Ahok akan membela Ahok.

Cuma permasalahannya sekarang beliau seorang presiden. Suatu jabatan politis dengan konsekuensi politik juga. Artinya pembelaan beliau terhadap Ahok bisa-bisa dianggap ikut menistakan suatu agama dan keyakinan, bisa repot juga.

Ibarat macan mengintai mangsa, sedikit selip saja, Pak Jokowi sudah diincar untuk dilengserkan. Seperti perkiraan saya sebelumnya, sangat banyak orang tidak sabar menanti tahun 2019. Kasarnya orang-orang tersebut takut Pak Jokowi dalam tiga tahun kedepan semakin banyak membangun negeri ini dan melakukan pencapaian-pencapaian dan prestasi dalam membangun negeri ini.

Yang artinya tahun 2019 nanti, mereka akan kesulitan menyaingi prestasi Pak Jokowi. Bayangkan saja dalam dua tahun pemerintahan Pak Jokowi, kinerja pembangunan infrastrukturnya yang menjadi pembeda dan menjadi kesulitan dari pemerintahan sebelumnya (Sumber).

Melihat perkembangan yang ada, dan memperhatikan kondisi terkini melalui pemberitaan berbagai media. Maka atas permasalahan ini saya ingin memberi saran kepada Ahok untuk menyatakan mundur saja dari pencalonan sebagai Gubernur DKI, terlepas dari segala konsekuesinya.

Dengan mundurnya Ahok dari pencalonan, maka kita akan bisa melihat Jakarta nantinya seperti apa, lebih maju atau lebih mundur. Jadi nantinya Gubernur DKI, kalau tidak Agus dengan segala kegantengannya dan janji BLT-nya. Atau Anies dengan segala kesopanan dan isu politik KIP-nya. Itu yang diinginkan kalangan yang selama ini menentang Ahok dan penting diingat, yang penting bukan Ahok.

Bagi Ahok sendiri, saya yakin jabatan Gubernur DKI bukan segala-galanya. Dunia Ahok tidak akan kiamat, dan saya yakin jabatan yang lebih prestisius sudah menanti. Bukan karena Ahok dekat dengan Pak Jokowi, tetapi memang karena Ahok punya kapasitas untuk itu. Ahok pernah mengatakan ingin mengurusi Bulog, tentu dengan di Bulog jangkauan kerja Ahok bukan hanya DKI, tetapi se-Indonesia. Jabatan selanjutnya menurut saya yang paling oke untuk Ahok adalah Menteri Dalam Negeri, pasti birokrasi di Indonesia akan beres.

Satu lagi jabatan yang cocok untuk Ahok menurut saya, yaitu Menteri Agama. Ya Menteri Agama, apa salahnya, toh tidak ada larangannya kan? Saya yakin denganAhok menjabat sebagai Menteri Agama, tidak bakalan ada yang berani korupsi pengadaan Alquran. Dana haji pasti aman, urusan haji pasti lancar. Masjid akan banyak di bangun di seluruh Indonesia, wong waktu Gubernur DKI saja masjid di Balai Kota dibangun, Masjid Raya DKI dibangun.

Lantas bagaimana dengan pejabat yang sudah ada sekarang, Pak Jokowi pasti sudah tahulah mau ditempatkan di mana. Mungkin ada Dubes yang sudah tua yang sudah saatnya diganti, misalnya. Saya yakin kalau Pak Ahok dipilih dan diangkat jadi Menteri Agama, Habib Rizieg tidak akan marah, karena yang mereka tidak maukan Ahok jadi Gubernur DKI. Tetapi semuanya diserahkan kepada Ahok, dia pasti tahu langkah apa yang terbaik baginya.

Pusat Damai, 31 Oktober 2016

Related posts

Tinggalkan Balasan