Hantu (Mun’t) Menurut Orang Dayak Tinying (Sepengetahuan Penulis)

Hantu atau Mun’t dalam bahasa dayak Tinying adalah sesuatu yang ditakuti. Tidak terlihat kasat mata. Kalau ditanyakan kepada sebagian besar orang “pernahkan melihat hantu?”, jawaban mayoritas “tidak pernah”.

Menurut saya hantu ada dalam perasaan, jika perasaan mengatakan ada hantu, maka semua benda akan terlihat dan didengar seperti hantu. Walaupun ketika ditanya wujud hantu, saya juga akan mengatakan tidak tahu.

Menurut Wikipedia.org, hantu secara umum merujuk kepada roh atauarwah yang meninggalkan badan karena kematian. Definisi dari hantu pada umumnya berbeda untuk setiap agama, peradaban, maupun adat istiadat.

Kali ini saya akan mencoba menginventarisir jenis-jenis hantu dan karateristik atau tingkah lakunya menurut orang Dayak Tinying. Bukan merupakan hasil survey, hanya berdasarkan ingatan dan cerita orang-orang tua dan teman masa kecil.

Lebih sering biasanya diceritakan saat bersama teman-teman sepermainan waktu kecil. Orang tua waktu (tetua kampung) juga sering menceritakan, dengan tujuan anak-anak menjadi takut dan segan. Tetapi juga bertujuan agar anak-anak zaman saya kecil lebih menghormati adat, budaya dan kebiasaan leluhur.

Mun’t Buah

Hantu yang hanya keluar saat musim buah-buahan. Biasanya hanya iseng saja mengganggu orang yang mencari atau mengambil buah di hutan. Karena sifatnya iseng, tidak ada orang yang mati karena hantu yang satu ini. Bentuknya sendiri tidak diketahui, maklumlah hantu.

Cara isengnya juga ringan-ringan saja. Misalnya kalau ada orang menunggu durian, begitu ada buah durian jatuh, ketika dicari buah duriannya tidak ditemui/didapat. Buah duriannya kadang-kadang didapat setelah sekian lama. Tempat buah durian ditemukan juga bikin jengkel, ya di tempat tadi kita diawal pencarian. Atau kadang yang menemukan buah durian teman kita yang belakangan datang.

Sesuai dengan namanya, Mun’t Buah hanya muncul dimusim buah-buahan. Mun’t Buah akan semakin menggila jika musim buah akan berakhir. Sedikitnya buah yang tersisa membuat intensitas gangguannya semakin menjadi. Jika musim buah-buahan berakhir, maka Mun’t Buah juga akan menghilang seperti hantu, o iya Mun’t Buah kan memang hantu.

Mun’t Bunye’

Hantu yang ini juga suka iseng. Tetapi isengnya keterlaluan, misalnya menyesatkan orang di hutan. Ilmunya lumayan tinggi, bisa memanipulasi orang. Sasarannya biasanya anak kecil yang ditinggal oleh orang tuanya. Dia akan menyamar atau datang menyerupai orang yang ramah. Mengajak anak kecil tersebut jalan-jalan. Tujuannya tidak begitu jelas, yang pasti akan sangat jauh dari lokasi awal.

Menurut orang yang pernah diajak, mereka akan diajak pergi ke suatu kampung atau pemukiman yang tidak dikenal. Diajak bermain, main ayunan misalnya. Jadi Mun,t Bunye’ ini tahu persis kegemaran anak kecil. Sehingga anak kecil tersebut menjadi tidak takut dan terlena.

Mun’t Bunye menyembunyikan atau menyesatkan orang bisa seharian, tetapi yang disesatkan hanya merasa sebentar saja. Ini menunjukan perbedaan waktu antara alam hantu dengan alam manusia cukup signifikan. Orang yang disesatkan tidak merasa haus ataupun lapar. Kalau sudah bosan, mun’t bunye akan meninggalkan orang yang disesatkannya di suatu tempat sampai akhirnya ditemukan orang lain.

Mun’t Bunye’ juga suka menyesatkan orang di hutan. Kita akan kehilangan orientasi, tidak tahu arah jalan misalnya. Atau kita akan menuju suatu tempat, tetapi akan kembali ke awal perjalanan kita. Biasanya kalau sudah begini orang disesatkan akan sadar dan beristirahat sejenak, mungkin dengan menyalakan rokok, maka jalan akan ditemukan kembali.

Sangun

Hantu yang satu ini cukup disegani, mungkin lebih ditakuti. Penghuni jurang-jurang dan lubang-lubang tanah ini menjadi penyebab kesialan. Atau dalam bahasa Dayak Tinying, menjadi penyebab badi. Sebenarnya sangun tidak mengganggu kalau tempat tinggalnya tidak diganggu oleh manusia.

Manusia sering bersinggungan dengan sangun ini jika sedang membuat ladang. Manusia tidak tahu persis jurang atau lubang yang mana yang menjadi tempat tinggal sangun. Pembukaan ladang di hutan mengharuskan orang membabat dan menebang pohon. Sangun akan sangat merasa terganggu dengan aktivitas ini. Apalagi sampai menghancurkan tempat tinggalnya, maka sangun akan mendenda atau menghukum orang tersebut.

Denda atau hukumannya sering berupa sakit-penyakit yang menyerang manusia atau disebut badi. Sakitnya akan susah sembuh walaupun sudah diobati, badi ini bisa disembuhkan melalui pengobatan alternatif. Rupanya sangun ini ingin manusia menjadi manusia yang sopan. Kalau orang tahu bahwa di lokasi bakal ladangnya ada tempat tinggal sangun. Maka perlu dibuat ritual yang dijalankan oleh “orang pintar” untuk berdamai atau permisi dengan sangun. Harapannya sangun tidak memberikan hukuman ataubadi.

Nabao

Nabao ini domisilinya di sungai-sungai. Terutama di bagian sungai yang dalam. Kami menyebutnya libok. Jadi ini menjadi penyebab anak-anak jaman saya kecil menjadi takut untuk mandi di sungai yang belum dikenal. Takut ada nabaonya.

Libok yang ada nabaony airnya tenang, memiliki kedalaman tertentu. Liboknya juga bersih, banyak ikan yang hidup di liboktersebut. Hal ini menunjukan bahwa nabao sangat mencintai kebersihan tempat tinggalnya. Jika libok tempat tinggalnya sudah tercemar, maka nabao akan pergi mencari lokasi yang baru. Libok yang ditinggalkan nabao akan menjadi dangkal dan tidak bagus lagi.

Nabao ini menurut saya sebagai penjaga kelestarian sungai. Mengingatkan manusia agar jangan merusak sungai. Jika sungai sudah rusak, maka nabao pun akan pergi dan manusia akan banyak rugi. Ikan-ikan tidak aka nada lagi, sungai menjadi keruh dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Mun’t Bangkit

Nama kerennya kuntilanak. Ada teman di FB bilang bangkit ini jenis kelaminnya perempuan. Hebatnya bangkit ini kalau kita lihat di film-film pakaiannya jauh lebih sopan dari perempuan jaman sekarang, ya kan? Putih, bersih dan tertutup. Hanya memperlihatkan rambutnya yang panjang dan jari tangan saja. Sopan banget kan.

Kalau di kampung, mun’t bangkit ini sukanya meneror laki-laki yang pergi ke hutan. Incarannya terutama, maaf biji kelamin laki-laki. Mun’t Bangkit jarang memperlihatkan mukanya. Konon kalau sampai memperlihatkan mukanya,  maka yang melihatnya akan mati.

Menurut cerita, mun’t bangkit ini merupakan arwah orang yang meninggal dengan tidak wajar. Bisa meninggal saat melahirkan, dibunuh dan jenis-jenis meninggal lainnya secara tidak wajar. Atau juga orang yang ditemukan meninggal di pondok ladang. Mun’t bangkit mendiami tempat-tempat yang dikenal seram. Kuburan tua, hutan yang masih asli (rimba), dan tempat-tempat lainnya yang menyeramkan.

Kamong

Bahasa lainnya kamang. Ini hantu yang paling seram. Kamong ini sangat kejam dan tidak adil. Bayangkan saja, orang hanya lupa minum kopi yang sudah dibuatnya langsung dieksekusi mati. Menurut saya cocok kalau diperintahkan untuk mengeksekusi koruptor.

Jadi kamong ini merupakan eksekutor orang yang punan. Punan adalah kondisi orang yang lupa mencicipi atau menyentuh makanan dan minuman yang sudah disediakan oleh dirinya sendiri, atau yang ditawarkan oleh orang lain.

Kalau seseorang tidak mau makan makanan atau minuman yang ditawarkan. Agar tidak punan, maka orang tersebut wajib men-copeatau n’cope makanan tersebut. Cope adalah mencicipi sedikit atau menyentuh makanan atau minuman sembari mengucapkan kata-kata “cope-cope”.

Kamong identik dengan warna merah. Bisa ikat kepalanya berwarna merah atau pakaiannya yang berwarna merah. Kamong mendiami pohon-pohon yang tinggi dan bukit-bukit yang tinggi. Kamong merupakan penjaga pohon dan bukit.

Orang tidak akan berani sembarangan menebang atau mendatangi pohon dan bukit yang diyakini sebagai tempat tinggal kamong. Dan kalaupun terpaksa menebang pohon tersebut, maka wajib dilakukan ritual yang hanya bisa dilakukan oleh dukun. Ritual dimaksudkan untuk memindahkan atau meminta kamong pindah ke tempat lain. Tentu dengan syarat-syarat tertentu yang hanya bisa dimengerti oleh dukun yang memindahkannya.

Kamong akan sangat aktif diwaktu terjadi hujan panas. Yaitu hujan yang masih disertai terik matahari. Jika kita berada di luar rumah pada saat hujan panas dan tidak memiliki tempat berteduh, maka agar dihindari kamong, kita harus menyelipkan daun molang atau daun lalang (dua tanaman yang berbeda) ke telinga kita. Maka kamong akan melewati kita karena kita sudah memberikan tanda atau pelindung.

Dukun tertentu, kabarnya bisa berkomunikasi dengan kamong. Dukun tersebut pasti akan disegani dan ditakuti. Waktu kami kecil, kami mengenal dukun di kampung kami yang kabarnya bisa berkomunikasi dengan kamong. Sehingga waktu kami pergi ataupun pulang sekolah, kalau melewati rumahnya akan merasa tidak nyaman. Tetapi dukun tersebut sebenarnya sangat ramah, tetapi karena sudah takut anak-anak kecil tetap saja akan lari atau menghindar jika bertemu dengannya.

Kamong ini juga rupanya akan dipanggil oleh orang dayak kalau lagi berperang. Proses memanggilnya namanya teriu atau ada suku dayak yang menyebutnya tariu. Jika teriu sudah dilakukan, maka orang yang pergi berperang akan merasa tidak takut, tambah semangat dan kebal akan senjata.

Kamong diyakini bisa terbang, bisa menembus ruang dan waktu, bisa menyingkat perjalanan, bisa hadir lebih cepat di suatu tempat. Diyakini juga kamong memiliki jalur sendiri untuk melakukan aktivitasnya. Lebih kepada jalur imaginer kita, punya jalan tol sendiri antara pohon satu ke pohon lainnya, dari bukit satu ke bukit lainnya.

Mun’t

Hantu atau mun’t yang tidak dapat digolongkan ke jenis mun’t yang saya sebutkan di atas disebut mun’t saja. Mun’t dalam kepercayaan orang Dayak Tinying dapat berbentuk apa saja yang diinginkannya. Mun’t ahli dalam penyamaran dan manipulasi. Tetapi mun’t juga merupakan pelestari lingkungan yang andal, penjaga pohon, penjaga hutan, penjaga sungai.

Dengan hilangnya hutan, yang diganti dengan kebun-kebun kelapa sawit di kampung kami, kisah-kisah mun’t pun lenyap. Ternyata ada mun’t yang lebih jago, yang ditakuti oleh mun’t yang kami kenal waktu kecil. Ternyata sangun dan nabao kalah kuat dibanding buldoser, excavator dan lainnya.

Demikian mun’t dalam masyarakat Dayak Tinying yang saya kenal, saya mengharapkan ada orang Tinying yang lain untuk melengkapi atau memberikan saran masukan kepada saya tentang jenis mun’t yang belum saya sebutkan.

Pusat Damai, 28 Mei 2016

Related posts

Tinggalkan Balasan