Survey Cak Koput Koput

Setelah berputar-putar mencari tempat sarapan, kami akhirnya singgah di salah satu warung di salah satu perempatan di Kota Singkawang. Warung kecil yang menyediakan nasi campur dan minuman. Kami disini saya sendiri, Pak Simon dan Rano, lagi ada tugas kantor di Kota Amoy ini.

Kami memesan sarapan berupa nasi campur, saya langsung berguman ini sih bukan sarapan, ini makan pagi. Tapi okelah, saya dan Pak Simon sedikit terkecoh, ini dulunya warung mie juga, mana mienya. Ya udah nasi campur dan teh dan saya sendiri kopi.

Kopinya mantap, kopi saring ala Singkawang. Selalu nikmat mengawali hari dengan secangkir kopi. Tapi tunggu dulu, makanannya sudah datang dan siap disantap. Duduk menghadap jalan raya, makanan enak tambah enak, asyik.

Hups, orang yang lalu lalang cukup ramai, tetapi tidak sampai padat merayap. Setelah mengamati, memantau dan menganalisa, maka saya mulai melakukan survey. Survey ala Cak Koput-Koput, siapa Cak Koput-Koput? Hanya Rano yang tahu.

Survey ini berjudul “ketaatan pengendara sepeda motor yang melintasi perempatan di depan warung menggunakan helm standar”.  Cukup ilmiah dan menarik, hehe. Kata Cak Koput-Koput hasilnya sungguh mengejutkan.

Pertama, tidak ada pengendara mobil yang menggunakan helm saat survey dilakukan, amazing kata kawan saya, 100% yang menggunakan helm adalah pengendara sepeda motor.

Kedua, 100% pengendara sepeda angin tidak tidak menggunakan helm, walaupun rodanya sama jumlahnya juga dua.

Ketiga, ini serius coy. Berdasarkan hasil pengamatan 95% pengendara yang lewat menggunakan helm. Sisanya tidak menggunakan helm. Ketika ditanya menggunakan format survey telepati, mengapa tidak menggunakan helm, jawabannya sungguh mengejut. 50% menjawab batok kepalanya sama kerasnya dengan helm, sisanya 40% lagi mengikuti jejak nenek moyang, dulu orang naik kuda atau onta juga tidak pakai helm. Sisanya 10% menjawab tidak tahu.

Keempat, dari 95% yang menggunakan helm, 80% menggunakan helm standar, helm yang ada tulisan SNI-nya. Yang 20% menggunakan helm krupuk. Ketika ditanya lebih detil yang 20% alasannya menggunakan helm krupuk, jawabannya sungguh amazing. 80% menjawab helm krupuk masih tersedia di pasaran dan masih diproduksi dan harganya murah meriah. Sisanya 20% menjawab untuk estetika, wajah akan tampak lebih fresh jika menggunakan helm krupuk, luar biasa.

Demikian hasil survey singkat ala Cak Koput-Koput yang masih dipertanyakan kebenarannya. Katanya kalau mau data yang lebih valid, silakan bertanya ke Kantor Polisi terdekat.

Tidak terasa makanan sudah habis, kopi sudah diserumput, dan nikmat sekali. Pak Simon juga sudah menghabiskan sebatang rokok, siap menyalakan batang rokok yang kedua. Teh Rano juga sudah diminum setengah, dan sebagai bendahara perjalanan sudah menunaikan tugas dan tanggung jawabnya membayar tagihan makanan kami pagi itu.

Makan pagi sudah, kami siap memulai tugas. Berjalan menuju mobil kantor, eh benar warung ini juga menyediakan mie, dan petugas mienya baru menyiapkan dagangannya, rupanya kami kepagian datangnya, nasib.

Terakhir, sewaktu tulisan ini sedang diproses, Manajer Koperasi Kredit CU Lantang Tipo KC Singkawang sempat membacanya dan berkata nama saja wajib ada ya di tulisannya. Okelah saya perkenalkan, namanya Bu Yona, jabatan Manajer KC Singkawang dan selamat bertugas.

Singkawang, 11 Oktober 2016

Related posts

Tinggalkan Balasan