Tomongokng Yok Togoh

Berita itu saya dapat dari FB teman-teman di kampung halaman. Berita yang memberitakan tentang pelantikan Temenggung atau Tumenggung untuk suku Dayak Tinying.

Melihat postingan berupa gambar atau foto, meriahnya acara pelantikan yang dihadiri oleh Bupati Sanggau dan orang-orang yang diajaknya, saya ikut senang. Bagi saya perlu ada orang yang merupakan figur di kalangan suku Dayak Tinying yang menjaga adat istiadat Dayak Tinying.

Saya berharap banyak, dan saya yakin, dengan melihat dokumentasi dari teman-teman, melihat antusiasme acara tersebut. Harapan saya ini mudah-mudahan selaras juga dengan harapan teman-teman yang berasal dari Tinying.

Tidak perlulah saya membicarakan bagaimana kompetensi Pak Hamdi dan dua orang wakilnya. Tidak perlulah saya bertanya tentang kemampuan mereka. Bagaimanapun mereka merupakan pilihan teman-teman, handai taulan yang masih berdomisili di Seribot dan Semadu.

Kemampuan bisa diasah, pengetahuan bisa dipelajari, kebijaksanaan bisa dipupuk dengan prilaku yang baik. Dukung mereka, tetapi dukung dengan kejujuran. Kritik mereka bila salah, tetapi tidak menghakimi, bagaimanapun mereka masih manusia, yang tak luput dari salah dan khilaf, cie-cie.

Untuk Pak Hamdi dan wakilnya, saya ucapkan selamat, ucapan ini mungkin tampak klise, tapi ini tulus dari lubuk hati saya. Saya tidak tahu apakah temenggung punya Job Description, apakah tertulis, tetapi saya yakin Pak Hamdi mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab ini. Ngomong-ngomong Pak Hamdi punya akun FB atau tidak sih. Kalau belum, tolonglah Pak Aljasari bisa bantu bikinkan, hehe.

Mohon maaf pak, ini bukan nasihat apalagi instruksi, bukan itu, ini sekedar harapan saya sebagai orang Tinying. Harapan saya bisalah kiranya adat istiadat kita nantinya Bapak dokumentasikan dalam bentuk tulisan agar tidak lekang ditelan jaman. Peliharalah adat istiadat kita, jangan sampailah adat istiadat kita gadaikan demi uang. Berlaku adillah untuk semua orang Tinying, walaupun adil itu pahit bagi pihak tertentu.

Saya teringat dengan candaan teman dari Terusan, ada temenggung yang mereka gelari Tomongokng Togoh. Jangan sampailah nantinya Bapak dicandain seperti itu, jangan sampai terjadi. Kalau ada yang mengadu, janganlah dibilang togoh tak to. Janganlah dibuat sulit, jangan berprinsip seperti kebanyakan pejabat “kalau bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah”. Please jangan seperti itu.

Demikian Pak Hamdi harapan saya, semoga amanah ini dapat Bapak emban dengan sebaik-baiknya, sekali lagi selamat bertugas.

Terakhir, untuk teman-teman yang berasal dari Tinying, saya berharap suatu saat ada yang menginisiasi pertemuan di antara kita. Saya rasa tidak perlu modal besar, cukuplah mungkin satu botol tuak dan sekong kopi, kita bisa berkumpul dan membicarakan tentang adat istiadat kita orang tinying.

 

Singkawang, 12 Oktober 2016

Related posts

Tinggalkan Balasan