Menulis

Tidak terasa sudah setahun, tepatnya satu tahun empat bulan sudah saya menulis opini pribadi terhadap berbagai hal. Lebih tepatnya lagi, saya menulis opini yang saya simpan di blog saya, yaitu sejak 6 April 2016. Blog yang saya gunakan masih jauh dari sempurna, hal ini dikarenakan saya memang belum begitu paham mengelola blog. Tetapi tujuan saya menggunakan blog sebagai tempat untuk menyimpan tulisan saya, paling tidak begitulah pengertian saya, saya anggap tempat yang ideal, memacu semangat dan paling tidak bisa dinikmati orang lain, selain saya sendiri.

Menulis bagi saya adalah kesenangan, hobby, tempat mengeluarkan uneg-uneg, bentuk protes pribadi, kritik dan sebagai kegiatan yang bisa menghilangkan stress. Dengan menulis, saya bisa terus belajar untuk mengolah kata-kata, merangkai kata menjadi kalimat, merangkai kalimat menjadi ayat. Sehingga akhirnya bisa menghasilkan satu kesatuan utuh opini yang mewakili pikiran dan idealisme pribadi.

Menulis, mengutip kata-kata teman saya agar kita “tidak hilang dari peradaban”, itu juga kata-kata yang menyemangati saya untuk terus menulis dan hasilnya saya simpan di blog. Saya yakin internet bisa bertahan cukup lama, dan blog saya akan terus ada, selama internet masih ada sebagai salah satu produk IT dan budaya manusia yang akan bertahan lama sesudah masa sekarang.

Berbagi sedikit, ya elah, walaupun saya bukan penulis profesional, saya memiliki beberapa metode dan trik dalam menulis. Trik ini sudah banyak sebenarnya diulas dan dibahas, dibolak-balik, diulek-ulek, hehe. Dan saya mencoba beberapa trik tersebut, dan menurut saya pribadi dapat diterapkan bagi yang ingin atau mencoba menulis. Terutama untuk menulis opini dengan jumlah kata 300-600 kata.

Pertama, carilah kesempatan untuk dapat mengikuti pelatihan atau training menulis. Judul pelatihannya terserah, yang penting tujuannya memberi pelajaran tentang bagaimana menulis yang baik. Yang saya rasakan hal ini cukup membantu, walaupun mengikuti pelatihan menulis tidak menjamin seseorang “dapat” menulis dan menghasilkan tulisan. Setidaknya dengan mengikuti pelatihan menulis, ada panduan dasar dalam kegiatan tulis-menulis.

Kedua, mulailah menulis. Ya, mulailah menulis dari sekarang, jangan tunggu besok, dan akhirnya ide akan hilang. Jangan pikirkan tata bahasa terlebih dahulu, jangan pikirkan keindahan kata-kata, tulis saja apa yang anda ingin tulis, bahkan ada satu kata-kata lagi nih yang saya suka “tulislah tentang ketidaktahuan anda tentang menulis”. Tulislah tentang sarapan anda pagi tadi, apa yang anda rencanakan untuk karir anda, pokoknya tulislah ide yang ada di otak anda, jangan tunggu dia menghilang.

Ketiga, ingat-ingat kembali pelajaran Bahasa Indonesia yang kita terima, mulai dari SD, SMP, SMA bahkan ada yang masih menerima pelajaran atau mata kuliah Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Usahakan menggunakan tanda baca sesuai peruntukannya, penggalan kalimat yang baik, dan itu sudah kita pelajari, bahkan dimulai sejak SD.

Keempat, jangan pikirkan judul terlebih dahulu, pikirkan gambaran besar tulisan anda. Pengantarnya, isinya, ending-nya, termasuk apa pesan yang ingin disampaikan. Judul dapat dipikirkan setelah tulisan selesai anda buat, dengan membaca kembali tulisan anda, dan anda akan mendapatkan intisari dari tulisan anda yang dapat dijadikan judul dari tulisan anda.

Pengalaman saya pribadi, setelah berhasil menulis dua sampai tiga artikel atau tulisan, maka anda akan lebih mudah untuk menghasilkan tulisan berikutnya. Ide menulis atau inspirasi anda dalam menulis bisa dari sumber apa saja. Bisa jadi sewaktu anda lagi di toilet sekalipun, anda bisa menghasilkan ide tulisan, dengan tema misalnya bagaimana seandainya toilet belum ditemukan hingga saat ini, apa yang terjadi? Atau bagaimana kalau bentuk toiletnya tidak seperti toilet yang ada sekarang.

Bahkan ide menulis didapat dari hal-hal yang tidak selalu menyenangkan. Pengalaman misalnya, pengalaman anda ditilang polisi, anda terjatuh dari sepeda motor karena jalannya licin, anda tidak dilayani dengan baik di kantor pemerintahan, dan sebagainya. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah tulisan anda tidak boleh menyebarkan kebohongan, sara dan ujaran kebencian lainnya, bisa-bisa anda dituntut seperti mbak saratit dan Kim Jon Roe Tit,eh.

Tulisan anda idealnya hasil dari pemikiran anda, bahasa kerennya original dari kreasi anda, walaupun idenya dari orang lain. Manusia mahluk pembelajar, sehingga hasil tulisan juga dipengaruhi oleh bahan bacaan anda, tulisan yang ditulis orang lain. Tulisan yang berasal dari pemikiran anda, hasil olahan anda sendiri, akan membentuk ciri khas tulisan anda, jangan sampai anda disebut sebagai plagiator.

Selanjutnya, dalam menulis anda harus jujur. Yang saya maksudkan disini, kalau anda mengutip pendapat, teori atau ide karena membaca tulisa orang lain tentang topik yang sama, anda harus mencantumkan sumbernya. Usahakan kalau anda mencari refensi tulisan, carilah dari sumber yang kredibel, kalau dari media online, carilah dari mediaonline yang kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan.

Apakah dalam menulis saya memiliki target? Ya, dalam setiap tulisan, saya mewajibkan diri saya menulis minimal sebanyak 300 kata. Jumlah kata tersebut saya anggap layak untuk saya simpan dan saya share-kan kepada anda-anda.

Kegiatan menulis, seperti yang saya sampaikan di atas, bagi saya pribadi sangat bermanfaat. Saya tetap bisa menjaga pikiran saya tetap terjaga, terutama untuk mencari ide-ide tulisan. Saya juga bisa menyampaikan ide, pendapat dan bahkan kritik. Menulis bagi saya juga sebagai bentuk kebebasan berpikir yang sebenarnya.

Menulis adalah kemerdekaan berpikir yang hakiki, tidak ada yang bisa menghalangi apa yang saya pikirkan, dan tidak ada yang bisa menghalangi saya menuangkan pikiran saya dalam bentuk tulisan. Saya menulis tentang apa saja, mengungkapkan apa saja, mengkritik apa saja, dengan catatan menggunakan bahasa yang dapat diterima oleh orang lain.

Terakhir, apakah dengan menulis saya merasa semakin pintar? Menurut saya tidak, tetapi saya merasa harus semakin banyak belajar, banyak membaca, banyak berpikir, karena kan malu juga tulisan yang saya simpan di blog saya, jika dibaca oleh anda ternyata isinya bohong, tidak ada maknanya, tidak ada manfaatnya.

Menulis adalah bekerja untuk keabadian (Pramoedya Ananta Toer)


Pontianak, 5 September 2017

Related posts

Tinggalkan Balasan