Teror Bom Hanya Dilakukan Oleh Orang Sakit Jiwa

Hari libur seperti ini bangun pagi agak telat. Begitu menyalakan TV langsung disuguhi berita tentang kejadian bom bunuh diri di Kampung Melayu Jakarta Timur. Korban tewas lima orang, dua dari pelaku dan tiga dari polisi. Sasarannya jelas, polisi sebagai alat negara, aparat penegak hukum.

Inilah buah-buah dari bibit-bibit radikalisme yang ditanam, dipelihara dan dipupuk oleh kaum-kaum radikal. Negara tidak boleh kalah, masyarakat jangan sampai takut. Karena salah satu tujuannya mereka adalah menciptakan ketakutan dan kekacauan di masyarakat.

Kejadian ini sepertinya rangkaian dari kejadian di Manchester Inggris dan Marawi Mindanao Filipina. Mereka ingin menunjukkan eksistensinya, dengan cara-cara di luar nalar manusia normal, mengorbankan diri sendiri dengan tubuh yang tercabik-cabik.

Polisi harus cepat bertindak, temukan jaringannya, pendukungnya, pemodalnya. Kalau perlu siksa mereka, seperti mereka membunuh orang yang tidak tahu menahu apa permasalahan mereka. Kalau ada tokoh, anggota komnas HAM, anggota dewan yang nyinyir lagi, atau siapa saja yang sok membela, mungkin perlu merasakan bagaimana kalau anggota keluarga mereka yang menjadi korban bom bunuh diri.

Tindak dan tumpas secepatnya jaringan dan sumber modalnya. Tumpas dan habisi sumber-sumber ideology setan seperti ini, yang menganggap membunuh adalah kebenaran dan perintah dari surga. Aparat tidak perlu sungkan dan ragu, rakyat Indonesia sebagian besar pasti mendukung, karena itulah tugas kalian.

Saya yakin, tindakan ini merupakan ajaran setan laknat, orang yang tidak beragama dan tidak memiliki hati nurani. Kalau manusia tidak memiliki hati nurani, apakah sebutan yang paling cocok untuk mereka? Pak Jokowi sudah menyebut peristiwa ini “sudah keterlaluan”, berantas pak sampai ke akar-akarnya, mengganggu saja.

Pada akhirnya, kita tetap harus waspada, mereka akan terus mengintai seperti setan di malam hari. Polri khususnya Densus 88 harus didukung dalam memberantas terorisme bahkan sampai ke akar ideologynya.



Pusat Damai, 25 Mei 2017

Related posts

Tinggalkan Balasan