Asset = Hutang + Kolor?

Tulisan ini stok lama, tetapi baru selesai ditulis. Karena menghormati ide teman saya tentang rumus yang sangat inspiratif, Asset = Hutang + Kolor, maka tulisan ini wajib saya selesaikan. Ini bukan “penistaan persamaan dasar akuntansi”, sekali lagi bukan. Saya tidak mau nanti dituntut oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia). Wah ndak berani saya, kok berani-beraninya mengubah persamaan dasar akuntansi. Sungguh itu pernyataan teman saya tadi pagi. Kami (kami bertiga) lagi bincang-bincang, dan terlontarlah pernyataan itu, penyebabnya tidak perlulah saya sebut, dan nama teman saya itu saya rahasiakan, demi menjaga harkat dan martabatnya, hadew. Terlebih…

Read More

Provokasi Murahan Malaysia

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia, dua negara yang dikatakan serumpun, sebenarnya cukup baik. Ada pasang surut dan dinamika dalam hubungan keduanya. Karena kedekatan ini, seperti saudara, persaingan selalu menyertainya. Dengan negara lain juga sebenarnya ada persaingan, tetapi entahlah kenapa kalau dengan Malaysia, persaingan selalu disertai emosi yang cukup tinggi. Persaingan ini terjadi dalam bidang apa saja, ekonomi, budaya, politik, sampai kepada persaingan di bidang olahraga. Contohnya saja, kalau timnas sepakbola mempertemukan Indonesia dan Malaysia, dalam ajang apa saja, dapat dipastikan seluruh emosi akan ditumpahkan, baik suporter maupun pemainnya. Kalau…

Read More

Pilkada Serentak 2018 dan Isu Primordial

Isu menarik mulai bergulir di Kalimantan Barat, menyambut Pilkada serentak Gubernur dan Bupati 2018. Seperti biasa isu primordial mulai berhembus, yang menurut beberapa pengamat sesungguhnya isu ini sangat menghina akal sehat, cek di Sumber . Seharusnya isu yang dikedepankan adalah isu-isu yang rasional seperti prestasi, program kerja, visi dan misi. Khusus prestasi sangat gampang sebenarnya untuk dinilai, kalau calon sebelumnya menjabat sebagai Bupati atau Walikota atau Anggota Dewan, apakah sih prestasi yang sudah ditorehkannya? Logika sederhananya, kalau berhasil memimpin Kabupaten atau Kota dengan bukti yang nyata, kemungkinan  dapat dipercaya bahwa calon dapat…

Read More

Ibu Kota Negara Pindah, Borneo Bersiaplah

Ungkapan “ anda adalah apa yang anda pikirkan” menjadi dasar pemikiran saya tentang tulisan ini. Secara sederhana artinya segala sesuatu yang terjadi dan akan terjadi kepada diri kita dimulai dai pikiran. Maka mulai sekarang saya dan kita sebagai penghuni pulau Kalimantan harus memikirkan dan membayangkan Ibu Kota Negara segera pindah dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan. Ide dan wacana pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia ini sudah lama didengung-dengungkan. Bahkan lokasi atau kota yang sering disebut sebagai tempat yang ideal adalah Palangka Raya, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah saat ini.…

Read More

Teror Bom Hanya Dilakukan Oleh Orang Sakit Jiwa

Hari libur seperti ini bangun pagi agak telat. Begitu menyalakan TV langsung disuguhi berita tentang kejadian bom bunuh diri di Kampung Melayu Jakarta Timur. Korban tewas lima orang, dua dari pelaku dan tiga dari polisi. Sasarannya jelas, polisi sebagai alat negara, aparat penegak hukum. Inilah buah-buah dari bibit-bibit radikalisme yang ditanam, dipelihara dan dipupuk oleh kaum-kaum radikal. Negara tidak boleh kalah, masyarakat jangan sampai takut. Karena salah satu tujuannya mereka adalah menciptakan ketakutan dan kekacauan di masyarakat. Kejadian ini sepertinya rangkaian dari kejadian di Manchester Inggris dan Marawi Mindanao Filipina.…

Read More

Sadarlah, Pada Akhirnya Mereka Makan Lobster, Kamu Makan Iler

Mungkin ini tulisan saya yang paling kacau. Mewakili kegelisahan, keprihatinan sekaligus ketakutan melihat kondisi politik mungkin, kondisi kehidupan beragama warga negara dan mencampuradukan keduanya. Akibatnya sungguh hebat, timbulnya bibit-bibit perpecahan, sectarian dan fundamentalis. Pertentangan yang berusaha menyeret-nyeret suku dan agama terutama, hal yang cukup sensitif bagi orang yang tidak bisa berpikir panjang, atau banyak yang menyebutnya sumbu pendek, atau pentol korek api atau kaum senggol bacok, kasihan oh kasihan. Pemanfaatan ormas tertentu oleh orang-orang yang memiliki kepentingan politik. Terutama saat pilkada DKI 2017, dan menjelang pilpres 2019, walaupun banyak pihak…

Read More

Sejarah Itu Bernama Basuki Tjahaja Purnama

Saya pendukung Ahok, walaupun saya bukan warga DKI dan pasti tidak memiliki hak suara dalam perhelatan Pilkada DKI. Tetapi saya mendukung Ahok bukan karena agamanya, kalaua saya mendukung Ahok karena Agamanya, pasti juga saya dalam Pilpres tidak akan mendukung Jokowi. Saya mendukung Ahok karena berani tidak popular akibat menjaga uang APBD DKI dari maling dan tikus titik. Tetapi saya tetap bangga dengan warga Jakarta, masih banyak yang memilih Ahok, 42% dari total yang menggunakan hak suara dikurangi suara tidak sah dan lainnya (sumber) , membuktikan masih banyak yang berpikir rasional.…

Read More

Nama dan Identitas

Nama anak biasanya diberikan oleh orang tua. Mengapa saya katakan biasa? Karena ada juga di budaya suatu komunitas lain, nama anak diberikan oleh kakek atau neneknya. Nama akan disandang oleh anak dengan rasa penuh bangga sampai dewasa, bahkan sampai tua dan meninggal dunia. Nama membawa pengaruh positif, menjadi kekuatan dan identitas, tetapi kadangkala nama juga membawa malu penyandangnya. Hal ini biasanya terkait arti, maksud dan  sejarah yang kurang baik. Bisa terjadi kalau orang tua yang ingin memberikan nama yang bagus kepada anaknya, tetapi tidak tahu artinya. Setiap suku bangsa memiliki…

Read More

Lima Belas Keluarga Dari Ompu Emporing, Warga Awal Kampung Seribot

Hari minggu ini 26 Maret 2017, kembali saya dan anak-anak pulang kampung. Anak-anak katanya sudah ingin bertemu dengan sepupu-sepupunya. Saya berusaha agar mereka setidaknya saling kenal sedari kecil. Agar kelak kalau sudah dewasa, mereka bisa saling bantu dan menjaga satu dengan yang lain. Terutama juga saya sekalian menjenguk kedua orang tua, Bapak dan Mamak. Setiap pulang ke kampung, saya selalu merasa banyak perubahan yang terjadi di kampung. Perubahan yang mudah dilihat adalah semakin ramainya penduduk kampung. Rumah-rumah juga bertambah. Saya tidak tahu sudah berapa Kepala Keluarga penghuni kampung Seribot sekarang.Apalagi…

Read More

Terima Kasih Sobat Atas Usaha dan Perhatiannya

Sobat, bukannya saya tidak peduli dengan masalah yang mendera keluarga besar saya. Bukannya kami, saya, adik-adik dan orang tua tidak peduli dengan persoalan ini. Kami peduli, kami sedih, terlebih kami malu dengan kejadian ini, kami prihatin dan bersimpati dengan orang-orang dan anggota keluarga kami yang menjadi korban. Tetapi kami punya cara sendiri untuk mengatasinya, kami punya rencana sendiri untuk mengatasinya. Apa usaha yang sudah kami lakukan baik untuk mengatasi persoalannya dan mengatasi dampaknya, menurut kami tidak perlulah dan tidak bijak kami ekspos di Medsos. Maaf, kalau saya tidak bisa menampilkan…

Read More